Sekelompok
individu atau yang bisa disebut juga masyarakat yang tinggal disuatu negara,
memanglah tidak bisa terhindar dari perkembangan zaman. Terutama perkembangan
dari pesatnya pertumbuhan teknologi di dunia. Jaringan yang semakin luas
memungkin antar individu saling berkomunikasi, bahkan di belahan dunia mana pun
dengan syarat akses jaringan itu sendiri memadai. Kini dunia tidak lagi
terbatas, orang yang tidak mengenal pun bisa saling berkomunikasi dan membahas
hal-hal yang diinginkan tanpa batas ruang dan waktu. Perubahan ini berdampak
pada kesenjangan indiviu, memang masyarakat semakin maju dan modern namun ada
beberapa hal yang bisa mengurangi interaksi pada dunia nyata. Teknologi yang
semakin berkembang mendorong orang-orang untuk memiliki gadget, baik handphone
dan tablet tapi dengan pengaruh teknologi ini masyarakat bisa menjadi
individualis. Semakin meminimalisir interaksi dengan orang-orang sekitar, dan
lebih nyaman berkomunikasi melalui dunia maya. Hal-hal seperti ini bisa
berdampak pada kejahatan atau yang disebut cybercrime. Kejahatan melalui dunia
maya. Setelah adanya facebook, remaja tidak lagi mencurahkan permasalahannya
dalam buku harian, melainkan melalui wall facebook yang dilihat publik serta
mendapatkan tanggapan-tanggapan baik positif bahkan negative.
Teknologi yang semakin canggih ini,
salah satunya internet bisa mendekatkan seseorang yang jauh, dan menjauhkan
seseorang yang dekat. Anak dan ibu bisa bertengkar hanya karena pengaruh
internet. Hal ini bisa terjadi ketika sang anak fokus dengan gadget dan si ibu
memanggil, sehingga bisa menimbulkan konflik dalam keluarga, dari konfllik yang
berawal kecil hingga membesar.
Banyaknya kejahatan yang timbul
melalui dunia maya atau jejaring sosial, baik penipuan, penculikan, bahkan
hingga ke pemerkosaan. Hal ini menunjukan masih sangat diperlukan adanya
control dari orang terdekat, terutama orang tua sehingga mengurangi hal
negative yang akan terjadi.
Individualisme yang diakibatkan dari
pengaruh teknologi ini pun dapat mengurangi tradisi yang ada, contohnya masyarakat
Indonesia terkenal dengan gotong royong yang kuat, ini bisa berkurang ketika
seseorang lebih mementingkan kegiatan pribadinya bersama gadget. Tradisi ini
semakin berkurang seiring berkembangnya teknologi yang sudah meranah dalam
interaksi antar individu.
Selain itu, dampak lainnya ialah
globalisasi. Globalisasi merupakan masuknya kebudayaan luar ke dalam Indonesia
serta memengaruhi nilai-nilai tradisi yang telah ada. Informasi yang mudah di
dapat melalui internet, memudahkan kita mengetahui kebudayaan luar, sehingga
ini sangat berdampak pada tingkat kecintaan individu pada Indonesia. Ketika
seseorang merasa budaya luar dianggap lebih baik maka ia merespect pada budaya
tersebut.
Ada
pun dampak positif globalisasi :
- · Keterbukaan Informasi
Hal
ini memudahkan masyarakat dalam mencari informasi. Baik informasi berat seperti
politik, ekonomi mau pun informasi ringan seperti entertain yang didapat dari
televisi, intenet, dan sosial media. Semakin terbuka lebarnya informasi membuat
masyarakat bertambah cerdas, kritis, dan peka terhadap gejala-gejal
permasalahan di negara.
- · Komunikasi semakin mudah dan cepat
Berbeda
dengan dulu, perubahan komunikasi yang semakin modern kini telah hadir. Dulu
masih menggunakan surat menyurat, dan menunggu lama balasan yang datang.
Setelah berkembangnya teknologi komunikasi, kini tak perlu menunggu seperti
dulu lagi namun orang-orang lebih memilih menggunakan alat-alat komunikasi yang
sudah diciptakan. Misalnya, via SMS, webcame, via email, skype, facebook dan
BBM.
- · Berkembangnya Ilmu Pengetahuan
Kemajuan
teknologi pun bisa membuat orang-orang yang cerdas untuk study di luar negeri,
karena adanya keterbukaan atau kerjasama antar negara. Sehingga mereka yang
study di luar negeri bisa mengaplikasikannya di Indonesia.
- · Meningkatnya Taraf Hidup Masyarakat
Interaks
yang tiada batas dengan negara mana pun, memungkinkan seseorang untuk bekerja
di luar negeri. Sehingga bisa menghidupi keluarga. Meski pun sudah seharusnya
negara ini, tumbuh manusia-manusia berkarakter dan berpendidikan. Dengan
meningkatnya taraf hidup dan membiayai keluarga yang berkekurangan, ini bisa
meneruskan pendidikan denga uang hasil kerja tersebut.
Dampak
negative dari globalisasi :
- · Informasi yang Tidak Terkendali
Selain
informasi yang positif, globalisasi pun berdampak pada informasi negative.
Informasi yang tidak diperlukan dan tidak seharusnya diketahui. Mudahnya dalam
mengupload video, serta tulisan-tulisan memungkinkan untuk menyebarkan
informasi yang tidak layak untuk dipublikasi. Maka dari itu, seiring dengan
perkembangan teknologi maka harus diimbangi pula dengan nilai-nilai agama yang
baik.
- · Kebarat-baratan
Semakin
mudahnya mengakses informasi, semakin banyak pula yang akan diraih.
Kebarat-baratan sudah meranah para remaja. Banyak sekali orang yang hyper pada
negara lain, namun melupakan negara Indonesia sendiri.
- · Sikap individualisme
Kebutuhan
alat-alat teknologi sudah menjadi makanan sehari-hari. Sehingga kita sudah
merasa tidak perlu lagi bantuan orang lain. Dan hanya memerlukan gadget yang
memberikan banyak informasi.
- · Kesenjangan Sosial Semakin Melebar
Jarak
antara orang kaya dan miskin dalam negeri ini sudah sangat jelas sekali.
Perkembangan teknologi yang semakin modern pun mampu menggarisi antara orang
miskin dan kaya. Ini menyebabkan kesenjangan sosial yang semakin melebar.
·
Hidup Konsumtif meningkat
Informasi
produk-produk branded sudah mudah diakses. Masyarakat Indonesia umumnya membeli
produk yang diinginkan bukan produk yang dibutuhkan. Ini bisa menambah
konsumerisme.
Tentu saja dampak negative mau pun
positif yang sudah disebutkan di awal sangat memengaruhi perubahan sosial dalam
masyarakat. Hal ini dapat berdampak besar bagi kehidupan manusia, baik dari
kebudayaan dan dari segala peradabannya.
Bahkan
tidak hanya masyarakat perkotaan saja yang sudah menjadi gadget maniak, namun
masyarakat pedeseaan pun sudah tersentuh teknologi yang canggih. Contohnya,
mereka sudah memenuhi kebutuhan sekunder, yang berupa televisi, kulkas, dan
handphone.
Tidak
hanya yang remaj atau pun yang sudah dewasa. Anak-anak pun di bawah usia 10
tahun sudah ada yang menjadi gagdget maniak. Dan merupakan permainan
sehari-hari.
Ini
juga bisa memengaruhi psikologis anak, sehingga anak enggan untuk berinteraksi
atau bermain dengan kawan sepermainannya.
Proses
sosial yang dialami seperti ini, ia akan tumbuh dengan kesulitan berinteraksi.
Anak akan menjadi lebih pendiam dan enggan untuk bermain dengan teman
sebayanya.
Ia
akan menganggap game lebih mengasyikan dan teman sepermainannya tidak
menyenangkan.
Itulah
beberapa hal yang bisa memengaruhi perubahan sosial jika dipandang dari segi
ilmu kominukasi perbuahan sosial. Perlu adanya sosialisasi melek internet
sehingga dampak negative yang akan terjadi masih bisa di cegah dan masyarakat
dari kalangan bawah pun mengetahui fungsi dari teknologi yang ada, terutama
internet.
